Sabtu, 19 April 2014

Ibuku adalah inspirasiku dan ayahku adalah idolaku



Wanita ini bernama mariatih. Dia adalah Ibuku. Wanita yang luar biasa. Ibuku bukan wanita karier, ia hanya seorang Ibu rumah tangga. Sejak kecil keluarga nya kurang mampu dan karena ia masih
ibuku hanya diperkenankan sekolah hanya sampai tingkat dasar. Tapi itu tidak membuatnya berkecil hati.. Semangat belajarnya luar biasa.

Dari Ibulah aku belajar mencintai pekerjaan.
Ibuku tidak pernah belajar ilmu psikologi. Tapi dia adalah ibu yang berhati lembut. Tidak pernah marah, marahnya adalah diamnya. Ketika masih duduk di taman kanak2 aku masih ingat saat pulang sekolah aku berlari hanya untuk bilang kalau aku sudah bisa menggambar bintang. Waktu itu dia sedang sakit. dia ingin melihatku menggambarkan bintang untuknya.

Meski tidak pernah mengecap pendidikan tinggi, Ibulah yang banyak meyakinkan ayah bahwa sebagai ketua rumah tangga mereka berdua bisa menyekolahkan aku dan adik adik aku hingga Perguruan Tinggi. Tanpa dukungan Ibu, Ayah yang cuma PNS pernah merasa "tidak mungkin",. Alhamdulillah aku bisa sekolah di perguruan tinggi
 UNIVERSITAS GUNADARMA,
adik adik ku masih sekolah dasar dan TK.
Dari Ibu aku belajar tidak ada yang tidak mungkin sebelum mencoba. "Setiap anak masing-masing punya rizki, karena pendidikan itu sangat penting. Dan jangan pernah lupa berdoa pada Allah, maka Allah akan memudahkan urusan kalian"

Banyak hal yang aku pelajari dari ibuku. Tentang semangat untuk belajar dan terus belajar, tentang kesabaran, dan tentang kerja keras. Ia lakukan semua tugasnya sebagai istri, sebagai ibu tidak pernah mengeluh. Karena itulah aku memilih ibu sebagai sosok yang banyak mengispirasiku. Dan aku yakin ada banyak ibu yang juga seperti ibuku di luar sana. Seperti pemulung yang mungkin seorang ibu, tukang sapu jalan yang juga seorang ibu, seorang dokter yang juga seorang ibu, guru yang juga seorang ibu... Dan mereka menjalani itu semua tanpa mengeluh.

Orang tua yang baik adalah mendidik dengan teladan, dan itu yang mereka ayah ndan ibu lakukan padaku dan adik2ku, sebagian dari pelajaran yg mereka ajarkan padaku yang aku tulis di bawah adalah nasihat yg mereka sampaikan, tapi sebagian besarnya adalah teladan yg mereka lakukan sehingga ku mengambil kesimpulan atas tindakan mereka yang ku pandang sebagai karakter mereka. Sosok yang saling melengkapi dan menyempurnakan, seperti hal-nya jemari yang saling melengkapi setiap sela-nya, kokoh, dan kuat 

Sepuluh Pelajaran Hidup dari Ibu
1.     Taburkanlah benih kebaikan dimanapun, maka kamu akan  menuainya
2.    Lakukanlah semua dengan ikhlas
3.    Sertakan Alloh dalam setiap keputusan
4.    Orang sukses tidak berfikir apa yang diberikan kepada orang lain, tapi berfikir bagaimana membuat orang lain sukses
5.    Hormati orang tua dan orang lain
6.    Jangan pernah mencari musuh dan hindari pertikaian dengan orang lain
7.    Jaga silaturahmi dengan kelurga dan orang di sekitar
8.    Ikhtiar dan tawakal
9.    Bila kamu mendo’akan orang lain dengan ikhlas tanpa sepengetahuan mereka, malaikatpun mendo’akan hal yang sama untukmu
10. Jangan pelit berbagi dengan orang lain

Mengenai Ayah, Ayahku bernama UDIYONO merupakan sosok yang aku kagumi di dunia setelah nabiku Muhammad SAW. Ayah sifatnya kerja keras, disiplin,rajin dan mudah bersedekah sama orang serta hal yang membuat aku salut sama ayah adalah ayah merupakan benar-benar imam di tengah-tengah keluargaku. Ayah selalu memenuhi kebutuhan dalam keluargaku, dia tidak pernah sedikit mengeluh dengan hasil keringat dia, terkadang kita sendiri yang egois terhadap ayah, ingin membeli barang yang kita inginkan, begitu byk keringat ayah yang terjatuh untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, namun semangatmu tak pernah pudar

Ayah selalu memberikan motivasi yang positif terus kepada ku. Raihlah cita citamu setinggi langit, sehingga aku bisa kuliah sampai saat ini di UNIVERSITAS GUNADARMA
Ayah sama seperti ibu,ayah selalu mendukung aku dalam hal apapun, terutama tentang pendidikan. Ayah berpesan,"dirikanlah ilmu sebanyak-banyaknya selagi masih muda, lalu setelah berhasil terapkan ilmu itu kepada orang-orang yang ada di sekitar kita." Pesan tadi aku ingat betul sampai sekarang. Dari hal itu saya sadar kalau mencari ilmu itu harus dilakukan setiap detik nafas kita, dimanapun kita berada selama kita masih hidup.
Pesan ayah tersebut harus aku terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana adalah pada saat guru atau dosen mengajar dikelas, kita harus mendengarkan secara saksama dan focus pada suatu titik. Tulis kira-kira hal yang penting menurut kita. selesai dosen mengajar kita harus mengulang lagi walaupun cuma sebentar karena hal tersebut akan membuat kita mengingat ilmu dengan cara dosen mengajar pun kita ingat, percayalah!.

Dirumah dibuka lagi walaupun cuma baca saja karena hal itu akan menambah ingatan kita, kalau bisa diulang-ulang lagi sampai kita matang dan menguasai sehingga pelajaran atau materi tadi terserap sempurna dan mengasah otak kita supaya cerdas. Buat pelajaran besok harus belajar dulu biar mengerti dan nyambung dengan apa yang disampaikan dosen besok serta keuntungan lain juga bisa menguasai materi trerlebih dahulu dan sudah punya pertanyaan yang bagus untuk solusi pertanyaan yang akan di puji dosen dan tidak akan diejek teman-teman. Kata ayah, " Hal itu merupakan cara yang praktis untuk meluruskan niat dan mematangkan ilmu kita, biar kita ke sekolah atau kuliah tidak mencari nilai melainkan mencari ilmu yang sesungguhnya".

Sepuluh Pelajaran Hidup dari Ayah
1.     Bekerja keras
2.    Sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu
3.    Rencanakanlah apa yang akan kamu lakukan sebaik mungkin, pertimbangkan peluang dan resiko
4.    Jangan sia-siakan setiap peluang
5.    Bangun relasi seluas-luasnya
6.    Jangan pernah membeda-bedakan orang lain dan berbaurlah dengan siapapun
7.    Jangan pernah minder atau merendahkan orang lain
8.    Jangan pernah terpuruk dalam kegagalan, tapi bangkitlah kembali mencari peluang yang lain
9.    Tempatkan diri dengan tepat dimanapun dan kapanpun (fleksibel)
10. Jaga kepercayaan orang lain terhadapmu dan mampu memberi kepercayaan terhadap orang lain (siap dipimpin, dan siap memimpin)

KARYA TULIS ILMIAH




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.

1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan

1.5.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.2.Perumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Metode Penelitian
1.5.Sistematika penulisan

BAB II
KERANGKA TEORI
2.1.Pengertian Rokok
2.2.Dampak dari merokok
2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
2.4.Upaya mengatasi rokok

BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
3.2.Reaksi pembakaran rokok
3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
3.4.Tar dan Asap Rokok
3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)3.6.Nikotin dan kerja nikotin

BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
4.2.Saran

BAB II
KERANGKA TEORI

2.1. Pengertian Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

2.2. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.

CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :

Gelisah, tangan gemetar (tremor)
Cita rasa / selera makan berkurang
Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya.


2.3. Faktor penyebab merokok pada remaja
Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1. Faktor orangtua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.

2. Temanku merokok
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).

3. Pribadiku
Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).



4. Iklan rokok ternyata…
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya pencegahan jika kamu ingin berubah.

2.4. Upaya mengatasi rokok
Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)

Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok

Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri

Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur

Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.

Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku

Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api

Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok

Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll

Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:
Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.

Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.

Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.

Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.

Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.

BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK

3.1. Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

3.2. Reaksi pembakaran rokok
Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

3.3. Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

3.4. Tar dan Asap Rokok
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru – paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru – paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel – sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.
Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
·         Batuk-batuk atau sesak napas
·         Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas,
lidah atau bibir.

3.5. Gas CO (Karbon Mono Oksida)
Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.

3.6. Nikotin dan kerja nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
- Jantung berdebar-debar
- Meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, berhubungan erat terjadinya serangan jantung
Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.
Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.
Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.
Kedua, verenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. = Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.
Efek samping verenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.
Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok?

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.

4.2. Saran
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.

bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca



Kendala yang sering dihadapi penulis pemula, namun seorang pakar dalam bidang tertentu, dalam membangun naskahnya adalah dalam pemilihan kata. Penulis pemula acap kali menggunakan kata-kata yang agak teknis atau "berat" yang kadang sulit dipahami pembaca awam. Sehingga ini menjadi ganjalan ketika mengirimkan naskah ke penerbit.

Salah satu skill yang harus dimiliki seorang penulis adalah kemampuan menuangkan pengetahuannya ke dalam bahasa yang bisa dipahami oleh mereka yang awam. Kadang hal ini tidak mudah dilakukan, salah satu hambatannya adalah” ketidaksabaran”. Karena sebuah istilah teknis kadang harus diurakan menjadi sebuah kalimat panjang. Sehingga seringkali penulis mengasumsikan pembaca sudah mengerti.

Namun hal ini bisa diatasi dengan sering berlatih menulis terus menerus. Perlahan tapi pasti seorang penulis yang memang pakar dalam bidang tertentu akan mampu menyajikan sebuah tulisan yang lebih enak dibaca oleh siapapun

Oleh sebab itu ada beberapa trik sederhana agar seorang penulis pemula dapat menyampaikan pemikirannya dengan mudah kepada orang awam.

Pertama, sedikit demi sedikit kadang lebih baik. Dari kebanyakan naskah klien saya, terlihat adanya keinginan yang baik dari penulis untuk bisa menyajikan seluruh pengetahuan secara tuntas ke dalam sebuah buku. Hanya saja naskahnya bakal sulit dipahami. Seperti halnya sebuah buku pertanian sawit yang menyajikan informasi sampai kepada teknik pemulian dengan kultur jaringan, genetika kelapa sawit, secara mendalam, pembaca awam bakal tidak mengerti.

Jadi sebaiknya berikanlah informasi yang sederhana dahulu. Seperti trik sederhana membibitkan sawit, kiat mudah memandikan kucing dsb. Penulis bisa mengedukasi pembacanya agar siap menerima informasi yang lebih mendalam dengan menerbitkan sejumlah buku pengantar terlebih dahulu.

Kedua, hindari penggunaan kata-kata yang tidak lazim digunakan sehari-hari. Ini menjadi masalah utama naskah dari para penulis pemula yang memang ahli dalam bidangnya. Karena sudah terbiasa menggunakan istilah teknis, tanpa sadar kata-kata tersebut juga ikut muncul dalam naskahnya.

Misalnya” Tanaman induk sawit diperoleh melalui eksplorasi ke sejumlah negara” mungkin akan lebih mudah dimengerti jika kata eksplorasi diganti dengan mencari. Kalaupun harus menggunakan istlah teknis sebaiknya dijelaskan terlebih dahulu

Ketiga, hindari penjelasan terlalu detail atau tanpa penjelasan untuk hal yang tidak familier. Adakalanya banyak penulis pakar yang memberkan penjelasan untuk sebuah istilah terlalu terlalu detail. Namun adakalanya ada istilah yang tidak dijelaskan terlebih dahulu.

Misalnya “Winamp adalah software opensource yang tanpabisa digunakan tanpa batas, dengan kapasitas download hingga 4,5 dan dan bisa mengaplikasikan banyak fitur....... ......” mungkin akan lebih mudah dipahami jika dituliskan winamp adalah program komputer yang berfungsi memainkan musik atau video di komputer”.

Atau untuk hal yang sebaliknya,adapun metoda pemuliaan yang sering digunakan adalah RSS, best regar parenting dan cross breeding. Tentu akan membingungkan jika istilah-istilah ini tidak ada penjelasan.

Tentu trik-trik ini sangat bermanfaat bagi para penulis pemula yang pakar agar bisa menuangkan pemikirannya ke dalam bahasa yang mudah dipahami. Namun di atas semua itu kebiasaan menulis adalah hal dapat mengubah gaya bahasa penulis menjadi lebih baik.
Ingat kata Al Hester, “Kalau pembaca tidak bisa mengerti apa yang Anda tulis, lalu buat apa menulis? Maka, gunakan bahasa jurnalistik ketika Anda menulis berita atau artikel. Lain halnya ketika Anda menulis feature. Menulis “karangan khas” itu memang perlu “bahasa penyair”. Dalam berita atau artikel kita mendahulukan informasi. Sedangkan dalam penulisan feature kita mengedepankan informasi sekaligus “hiburan”.
Bahasa Jurnalistik diistilahkan sebagai language of mass communication (bahasa komunikasi massa), bukan language of journalistic. Pasalnya, tulisan jurnalistik adalah tulisan yang dipahami banyak orang. Ingat kata Al Hester, “Kalau pembaca tidak bisa memahami apa yang ada dalam berita Anda, maka tidak terjadi komunikasi.”
Bahasa jurnalistik tidak elitis atau eksklusif yang hanya dimengerti kalangan tertentu. Resep dokter jelas bukan bahasa jurnalistik karena ia hanya bisa dimengerti oleh dokter dan apoteker. Anda tidak perlu bergaya atau “so intelek” ketika membuat artikel dengan memakai sebanyak mungkin istilah asing atau “bahasa ilmiah”.
Bahasa Jurnalistik adalah bahasa komunikatif dan spesifik. Komunikatif artinya langsung menjamah materi atau ke pokok persoalan (straight to the point), tidak berbunga-bunga, tanpa basa-basi, tidak berbelit-belit, alias tidak bertele-tela, tetapi langsung ke sasaran (straight to the point). Spesifik artinya mempunyai gaya penulisan tersendiri, sebuah gaya bahasa yang sederhana,kalimat-kalimatnya pendek dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti.

Jadi kesimpulan dari Mudah dipahami oleh pembaca : artinya topik yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu baku akan tetapi mudah di pahami oleh pembaca. Topik mudah dipahami oleh pembaca merupakan nilai plus bagi penulis, karena tujuan penulis membuat karya tulis untuk dipahami oleh pembaca. Oleh sebab itu hendaknya dalam membuat karya tulis kita tak hanya mementingkan kondisi sendiri, tetapi kita pun harus memperhatikan kondisi pembaca agar pembaca pun senang dan memahami dengan apa yang kita buat di dalam tulisan tersebut serta mudah dipahami merupakan aspek yang mentukan kualitas karya tulis. Dalam karya tulis, seharusnya menggunakan bahasa yang sopan, baik, dan menggunakan EYD yang tepat agar mudah dimengerti oleh pembaca.